Jangan Ada Santai

"Kenapa kamu enggak santai banget?"

Kata-kata itu selalu terngiang ditelinga dan pikiran saya. Pertanyaan dari seorang teman dekat yang membuat saya bingunh sendiri untuk menjawabnya. Bagaimana tidak secara tidak langsung pertanyaan itu juga saya entah kenapa saya selalu tanyakan kepada diri saya sendiri.

Saya terkadang selalu iri pada teman-teman yang lain yang selalu terlihat santai menjalani hidup. Maksud saya mereka begitu menikmati masa-masanya. Ada yang sering bermain game online ada yang sering bergadang dan hal santai lainnya yang mereka lakukan.

Kalau ada yang menyangkal seperti ini: "Bukankah hal itu wajar?" Saya memang tidak bisa mengelak, hal itu memang wajar dilakukan oleh orang-orang dan kita tidak berhak melarangnya. Tetapi maksud saya adalah bahwa hal tersebut membuat saya semakim bingung terhadap diri saya sendiri.

Saat teman-teman saya menghabiskan waktunya berjam-jam dengan game online yang membuat dia marah-marah tidak jelas disaat itu saya dengan keresahan saya selalu mencoba menjadi pribadi yang baik lagi, saya selalu tidak tenang akan hidup, tentang saya yang merasa bahwa saya belum melakukan hal lebih didunia, maksudnya adalah bahwa saya tidak bisa bersantai dan menghabiskan waktu banyak seperti teman saya dengan game online nya, saya merasa waktu begitu cepat berlalu dan saya harus mengefektifkan waktu, membaca, melancarkan mengaji dan hal-hal lain. Tetapi disisi lain saya ingin merasakan kesantaian seperti teman saya yang tidak pernah bisa.

Ada juga teman yang selalu menghabiskan waktunua dengan bergadang, bangun pada waktu sedikit siang, lalu ngopi dengan santainya dan bersiap memulai hari dengan nongkrong bersama teman-temannya. Hal itu sangat bertolak belakang dengan kehidupan saya. Sebagai seorang santri dan Mahasiswa. Kalian pasti menebak bagaimana sibuknya saya, membagi waktu mengaji dan belajar agat seimbang. Dan tidak ada waktu bagi saya untuk menyantaikan diri seperti bergadang dan bangun pada pertengahan hari. Setiap harinya saya selalu dirundung kewajiban untuk belajar dan terus belajar.

Tekanan yang terjadi pada batin saya yang mengemban status sebagai mahasiswa tidak bisa dianggap remeh, Mahasiswa itu bukan status yang bisa dianggap biasa bagi masyarakat awam. Bukankan salah satu julukan mahasiswa adalah agent of change, atau agen perubahan. Hal itu membuat hari-hari saya selalu menemukan kerusuhannya, saya tidak bisa bersantai-santai menikmati hari seperti biasanya, untuk mengemban hal tersebut untuk itulah saya selalu berusaha meningkatkan potensi dan pengetahuan agar tidak menjadi cemoohan masyarakat awan. Saya juga tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa menjadi mahasiswa bukan tentang belajar saja tetapi lebih jauh dari itu, tanggung jawab yang diembannya. Dan mungkin kita harus yakin bahwa semua orang akan memiliki definisi santai nya yang berbeda, itu tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Komentar