Ketiadaan UN

Banyak sekali dampak-dampak besar yang terjadi karena wabah Virus corona ini. Mulai dari Aspek Ekonomi, Pariwisata dan Aspek-aspek lainya. Salah satu aspek yang terdampak adalah aspek pendidikan.

Iya, setelah dunia digemparkan dengan wabah virus corona, semua merasakan dampak tersebut, semua bergelut dengan keluhan-keluahannya. Tetapi apalah daya sebagai manusia yang rapuh akan emosi kita harus bisa menahan diri dan berdoa agar wabah ini segera bisa diatasi sehingga dunia kembali aman.

Di indonesia sendiri hal yang paling menggemparkan adalah dalam bidang pendidikan, menggemparkan yang dimaksud adalah bahwa UN ditiadakan. Sebenarna beberapa tahun kebelakang rencana meniadakan UN sudah diperbincangkan, hanya saja belum terealisasi sehingga belum menuai kepastian. Alasan kenapa meniadakan UN mungkin saja erat kaitannya dengan rencana memajukan sistem pendidikan diindonesia.

Mengingat bahwa sejak dulu sistem kelulusan disetiap sekolah adalah UN, maka setiap Murid harus bisa melewati ujian itu dengan segala permasalahannya. Tetapi kenapa justru ada yang mengajukan meniadakan UN jika hal itu dianggap penting sebagai sistem kelulusan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut menurut pendapat saya adalah mungkin supaya para murid tidak terlalu terbebani dengan hal tersebut. Pernah ada beberapa kasus yang mengakibatkan siswa dan siswa yang prustasi karena tertekan saat ingin menghadapi UN, mereka tertekan karena takut akan tidak lulus dari sekolah.

Mereka berusaha belajar dengan kesar tetapi pada kenyataannya kemampuan setiap orang berbeda-beda, dan mungkin hal itu yang menjadi salah satu dari penilaian rencana diatas.

Tetapi melihat kendala-kendala yang dihadapi untuk merealisasikan rencana itu memang tidak bisa dianggap biasa, karena pada dasarnya dari sejak dahulu kala UN sudah menjadi tradisi sistem kelulusan bagi setiap murid.

Dan, tepat ditahun ini, ditahun dengan teror yang menggemparkan dunia, yaitu teror wabah corona atau covid-19 menjadi awal dari teralisasinya program peniadaan UN di indonesia. Siapa yang akan menyangka bahwa hal benar-benar teralisasi. Siswa dan siswa angkatan tahun 2020 harus meninggalkan kebiasaan leluhur mereka yaitu UN sebagai sistem kelulusan. Pada angkatan tahun ini mereka dipastikan tidak akan melaksanakan UN, selain karena wabah tentunya juga karena beberapa alasan.

Bahkan para murid angkatan ini juga sudah mulai mempunyai beberapa sebutan, diantarnya mereka sering disebut angkatan 'Lulus Jalur Virus'. Hal yang sangat menyentuh hati sekali, membuat mereka yang berada pada kondisi ini tentunya meneteskan air mata. Selain UN yang dipastikan tidak bisa mereka ikuti, bahkan di beberapa sekolah mereka juga melaksanakan Ujian sekolah lewat jalur online yang membuat mereka mengerjakannya dirumah masing-masing. Sampai saat ini mungkin belum ada sekolah yang memiliki rencana merayakan gradusi sebagai perayaan kelulusan para muridnya, semua penyebabnya adalah virus wabah ini, virus korona

Komentar