Stimulus membaca

"Buku gudangnya ilmu dan membaca adalah kuncinya"
Pepatah itu sudah tidak asing lagi bukan untuk kita, pepatah yang memberikan kita dorongan untuk terus memperkaya diri dengan ilmu. Membaca adalah salah satu jalan supaya kita bisa terus berkembang, menjadi pribadi yang lebih baik lagi da bermartabat. Dengan membaca maka pengetahuan kita akan semakin luas dan bertambah, membuat kita menjadi manusia yang tidak akan mudah di bohongi dan dibodohi.

Membaca bisa membuat kita mengenal dunia. Seperti kata pepatah "Saat kamu ingin mengenal dunia maka membacalah", iya dengan membaca bahkan kita akan mengetahui suatu hal yang belum pernah kita jumpai sebelumnya. Contoh kecil adalah pengetahuan saya tentang menera Eiffel, saya belum pernah mengunjungi dan melihatnya secara langsung tetapi saya mengetahui tentang menara tersebut, itulah kekuatan membaca. Membaca juga bisa membawa kita kepada dimensi lain yang sering saya sebut dimensi imajinasi, apalagi jika bacaan yang kita baca adalah sebuah cerita fiksi yang tentunya akan membuat imajinasi kita semakin luas dan menyenangkan.

Tetapi ternyata di zaman sekarang ini membaca memiliki musuh baru yaitu dunia maya. Setelah berbagai perkembangan Handphone semakin merebak membuat seluruh manusia diseluruh dunia tersedot kedalam dunia nya kegiatan membaca jadi sedikit tergerus dan tergeser. Pada zaman sekarang anak-anak muda dan belia lebih senang membuka Facebook atau bercengkrama dengan temannya di whatsup dan media sosial lain daripada membaca. Sebenarnya bisa membaca lewat handphone tetapi itu tidak akan bertahan lama, media sosial akan tetap menjadi daya tarik utama nya sehingga kegiatan membaca itu akan tersingkirkan kembali.

Selain pengaruh media sosial televisi juga menjadi musuh utama membaca. Anak-anak yang masih duduk di dunia sekolah dasar lebih senang menghabiskan waktu didepan tv daripada didepan buku. Sebenarnya itu tidak buruk juga jika yang dilihatnya konten-konten yang positif dan memerikan ilmu tetapi bagaimana jika yang sering di tontonnya lebih kepada hiburan semata seperti sinetron atau kartun-kartun adaptasi luar negeri yang mana malah memperkenalkan budaya orang luar dari pada budaya negara kita sendiri. Itulah tantangan guru-guru dizaman sekarang, supaya membuat membaca tetap menjadi priorotas manusia dimuka bumi, supaya setiap manusia bisa terus berkembang dan berpengetahuan lebih, supaya kegiatan membaca tidak tergerus si mempesona media sosial dan konten adaptasi kartun kuar negeri yang akan merusak kecintaan anak-anak pada budaya negara kita sendiri.

Komentar