Menyambut Ramadhan di tengah korona
Ramadhanku tahun ini akan berbeda kembali. Pada Ramadhan tahun lalu, aku harus merasakan sesuatu yang begitu sangat berbeda dari ramadhan-ramadhan sebelumnya, hal tersebut adalah meninggalnya Ayahku. Tepatnya Pada tahun 2018 Ayahku wafat dan mengembuskan nafasnya, mewariskan kepiluan pada diriku yang baru saja akan beranjak dewasa, Ayah meninggal tepat saat aku telah lulus SMA, membuat aku dan keluargaku begitu terpukul akan hal tersebut. Hal itu akhirnya mengakibatkan bulan Ramadhan pada tahun 2019 dikehidupanku sangat berbeda tanpa kehadirannya, dan di tahun 2020 ini aku akan menjalani Ramadhan dengan berbeda lagi, karena hadirnya suatu wabah virus yang dinamakan Corona/Covid-19.
Tepat di awal tahun ini dunia digemparkan dengan sebuah wabah, wabah virus mematikan yang dinamakan Covid-19 atau biasa disebut corona, wabah yang menyebar ke beberapa negara di dunia, dan salah satunya Indonesia. Dengan merebaknya virus tersebut membuat beberapa hal berbeda pada kehidupan masyarakat, terutama aku sendiri. Ditengah wabah ini aku jadi lebih banyak diam dirumah, mengerjakan tugas yang menumpuk dan mencoba bertahan hidup, karena harus mengikuti arahan Social Distancing supaya wabah tidak cepat menyebar. Ditengah wabah Virus corona yang belum berakhir ini, sebentar lagi aku dan umat Islam lainnya akan menjalankan salah satu rukun islam, yaitu Puasa.
Hal-hal yang aku lakukan untuk menyambut Ramadhan jauh sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu, karena hadirnya pandemi ini sangat sulit sekali melakukan hal-hal bersama keluarga seperti dulu. Jika dulu aku akan melakukan makan-makan besar bersama seluruh keluarga maka di tahun ini tidak, jika dulu aku akan melakukan wisata alam sebelum bulan puasa menjelang maka di tahun ini tidak. Tetapi Alhamdulilah aku dan Mamahku masih bisa berziarah ke makan Almarhum Ayahku, selain itu aku masih bisa mengunjungi keluarga-keluarga yang masih dekat dengan rumahku, dan tak lupa pula selalu berdoa agar pandemi Virus ini segera berakhir.
Untuk menyambut Ramadhan ditahun ini aku juga memiliki sebuah kegiatan baru yaitu menulis yang akan menjadi teman Tadarus Qur'an, awal bulan lalu aku bergabung dengan sebuah komunitas yang bernama KMP atau kepanjangan dari Komunitas Menulis Perpustakaan, yang tentunya memberikan sebuah pengalaman yang sangat berbeda, setiap hari aku harus menulis dan menyetorkannya sebagai bahan latihan dalam komunitas itu. Dan beberapa hari menjelang Ramadhan ini juga aku sedang mempersiapkan semua indra dan pikiranku agar bisa mendapat ide-ide baru karena aku memiliki target untuk bisa lulus di RWC atau Ramadhan Writing Challenge, semoga saja aku lulus dan bisa mengikuti kegiatan tersebut.
Tepat di awal tahun ini dunia digemparkan dengan sebuah wabah, wabah virus mematikan yang dinamakan Covid-19 atau biasa disebut corona, wabah yang menyebar ke beberapa negara di dunia, dan salah satunya Indonesia. Dengan merebaknya virus tersebut membuat beberapa hal berbeda pada kehidupan masyarakat, terutama aku sendiri. Ditengah wabah ini aku jadi lebih banyak diam dirumah, mengerjakan tugas yang menumpuk dan mencoba bertahan hidup, karena harus mengikuti arahan Social Distancing supaya wabah tidak cepat menyebar. Ditengah wabah Virus corona yang belum berakhir ini, sebentar lagi aku dan umat Islam lainnya akan menjalankan salah satu rukun islam, yaitu Puasa.
Hal-hal yang aku lakukan untuk menyambut Ramadhan jauh sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu, karena hadirnya pandemi ini sangat sulit sekali melakukan hal-hal bersama keluarga seperti dulu. Jika dulu aku akan melakukan makan-makan besar bersama seluruh keluarga maka di tahun ini tidak, jika dulu aku akan melakukan wisata alam sebelum bulan puasa menjelang maka di tahun ini tidak. Tetapi Alhamdulilah aku dan Mamahku masih bisa berziarah ke makan Almarhum Ayahku, selain itu aku masih bisa mengunjungi keluarga-keluarga yang masih dekat dengan rumahku, dan tak lupa pula selalu berdoa agar pandemi Virus ini segera berakhir.
Untuk menyambut Ramadhan ditahun ini aku juga memiliki sebuah kegiatan baru yaitu menulis yang akan menjadi teman Tadarus Qur'an, awal bulan lalu aku bergabung dengan sebuah komunitas yang bernama KMP atau kepanjangan dari Komunitas Menulis Perpustakaan, yang tentunya memberikan sebuah pengalaman yang sangat berbeda, setiap hari aku harus menulis dan menyetorkannya sebagai bahan latihan dalam komunitas itu. Dan beberapa hari menjelang Ramadhan ini juga aku sedang mempersiapkan semua indra dan pikiranku agar bisa mendapat ide-ide baru karena aku memiliki target untuk bisa lulus di RWC atau Ramadhan Writing Challenge, semoga saja aku lulus dan bisa mengikuti kegiatan tersebut.
Komentar
Posting Komentar