Pengaruh pendidikan untuk kaum muda
Setiap manusia pasti akan memiliki rasa suka terhadap seseorang. Saat mulai pubertas rasa itu akan mulai muncul secara samar.
Pada zaman dahulu, pada zaman orang tua saya, sekitar tahun 60 an biasanya banyak sekali pernikahan yang mana pengantinnya berusia belasan. Ibu saya bahkan menikah pada saat berusia 14 tahun dan ayah saya 18 tahun. Hal itu disebabkan karena pada zaman dulu orang tua lebih mempercayakan anaknya untul langsung menikah daripada mengalami maksiat diluar nikah.
Berbeda dengan zaman sekarang, Zaman dimana teknologi semakin berkembang dan masa bumi memasuki masa atau era 4.0, masa dimana teknologi berkembang dengan pesat. Zaman dimana bahkan diumur 20 tahun seseorang dikatakan masih sangat muda untuk menikah.
Hal itu disebabkan karena semakin tinggi pendidikan maka pola pikir juga semakin berkembang. DiZaman ini sedikit sekali remaja yang menikah pada usia belasan. Biasanya usia belasan tersebut adalah masa dimana para remaja baru memasuki masa SMP.
Dengan sistem pendidikan tersebut peluang perkembangan manusia semakin meluas. Maksudnya bahwa pada zaman dulu anak-anak remaja sudah dinikahkan tetapi pada zaman sekarang justru ereka disekolahkan dengan pendidikan yang tinggi. Tidak sedikit juga remaja atau anak muda yang mau terus melanjutkan pendidikannya sampai kuliah kemudian menggapai mimpinya.
Dengan adanya hal demikian membuat harapan generasi penerus bangsa semakin meluas. Dengan pendidikan yang tinggi diharapakan kedepannya para remaja bisa menjadi tonggok harapan negara yang lebih baik lagi.
Tetapi dengan ada kelebihan tersebut tentunya ada kekurangan juga yang hadir pada zaman ini, kelemahan tersebut adala mulai adanya penjajahan untuk para pemuda berupa game online dan psikotropika.
Banyak sekali kasus yang terjadi terhadap anak muda yang diakibatkan game online dan zat-zat psikotropika yang justru membuat beberapa kasus kematian untuk anak muda. Selain kedua hal tersebut balapan liar juga menjadi momok mengerikan bagi perkembangan anak remaja dan pemuda harapan bangsa.
Untuk itu hal tersebut menjadi tanggung jawab bagi pemerintah da tokoh-tokoh yang berperan untuk menyiapkan generasi muda penerus bangsa selanjutnya, yang harus membuat hal-hal sebagai penangkal serta penghambat bagi perkembangan generasi muda penerus bangsa.
Pada zaman dahulu, pada zaman orang tua saya, sekitar tahun 60 an biasanya banyak sekali pernikahan yang mana pengantinnya berusia belasan. Ibu saya bahkan menikah pada saat berusia 14 tahun dan ayah saya 18 tahun. Hal itu disebabkan karena pada zaman dulu orang tua lebih mempercayakan anaknya untul langsung menikah daripada mengalami maksiat diluar nikah.
Berbeda dengan zaman sekarang, Zaman dimana teknologi semakin berkembang dan masa bumi memasuki masa atau era 4.0, masa dimana teknologi berkembang dengan pesat. Zaman dimana bahkan diumur 20 tahun seseorang dikatakan masih sangat muda untuk menikah.
Hal itu disebabkan karena semakin tinggi pendidikan maka pola pikir juga semakin berkembang. DiZaman ini sedikit sekali remaja yang menikah pada usia belasan. Biasanya usia belasan tersebut adalah masa dimana para remaja baru memasuki masa SMP.
Dengan sistem pendidikan tersebut peluang perkembangan manusia semakin meluas. Maksudnya bahwa pada zaman dulu anak-anak remaja sudah dinikahkan tetapi pada zaman sekarang justru ereka disekolahkan dengan pendidikan yang tinggi. Tidak sedikit juga remaja atau anak muda yang mau terus melanjutkan pendidikannya sampai kuliah kemudian menggapai mimpinya.
Dengan adanya hal demikian membuat harapan generasi penerus bangsa semakin meluas. Dengan pendidikan yang tinggi diharapakan kedepannya para remaja bisa menjadi tonggok harapan negara yang lebih baik lagi.
Tetapi dengan ada kelebihan tersebut tentunya ada kekurangan juga yang hadir pada zaman ini, kelemahan tersebut adala mulai adanya penjajahan untuk para pemuda berupa game online dan psikotropika.
Banyak sekali kasus yang terjadi terhadap anak muda yang diakibatkan game online dan zat-zat psikotropika yang justru membuat beberapa kasus kematian untuk anak muda. Selain kedua hal tersebut balapan liar juga menjadi momok mengerikan bagi perkembangan anak remaja dan pemuda harapan bangsa.
Untuk itu hal tersebut menjadi tanggung jawab bagi pemerintah da tokoh-tokoh yang berperan untuk menyiapkan generasi muda penerus bangsa selanjutnya, yang harus membuat hal-hal sebagai penangkal serta penghambat bagi perkembangan generasi muda penerus bangsa.
👍👍👍
BalasHapus